Stop Boring Powerpoint !

PowerpointSLIDER | Flash Insight ! – Sering berada dalam presentasi membosankan? Menunggu presentasi berakhir namun tak ada insight berarti yang didapat. alur cerita melompat-lompat, istilah-istilah teknis memusingkan, desain membosankan, serta powerpoint yang penuh dengan tulisan njelimet.

Banyak presenter tidak melakukan pekerjaan rumah sebelum maju ke podium. Entah Anda seorang marketer, trainer, motivator, mahasiswa, dosen, bahkan tokoh agama pun bisa jadi memiliki label “BORING” di wajah. Tentu berbahaya bagi image Anda sebagai pribadi. Prospecting gagal, permintaan training turun, tidak lulus, dan segudang masalah lain bisa timbul.

Populer itu belum tentu berarti benar. Apa yang banyak dilakukan oleh sekitar kita belum tentu suatu kebenaran mutlak. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda lihat. Role model yang ada selama ini belum tentu contoh yang tepat. Pengalaman masa sekolah kita mungkin banyak dicekoki presentasi yang tidak well-prepared.

Apalagi pendidikan konvensional jarang mengajarkan cara berkomunikasi efektif. Role model-nya (para guru) juga seringkali bukanlah orang yang dididik untuk berkomunikasi efektif. Mereka pintar dalam keilmuan namun tidak semua bisa menuangkannya ke dalam alur cerita dan slide powerpoint yang efektif. Presentasi bisa terdengar canggih, namun sangat rapuh karena sebagian besar audiensnya tidak mengerti apa yang barusan dibicarakan.

Memang berat tantangan seorang presenter. Presenter hebat seharusnya bisa membuat semua orang di ruangan tersebut paham dengan apa yang ia sampaikan. Mantan atasan saya membuat aturan sebuah presentasi yang baik haruslah bisa dimengerti oleh tukang becak sekalipun.

Namun, jangan keburu menyalahkan orang lain. Jangan-jangan Anda juga salah satu dari mereka. Ketika maju ke depan sana, audiens langsung merasa tidak nyaman, sering mondar-mandir ke toilet, terus memainkan blackberry, menginterupsi kalimat Anda, atau berpura-pura memperhatikan padahal kepalanya sesekali tertunduk mengantuk.

Untuk mengukur seberapa boring presentasi Anda, jawablah pertanyaan berikut ini:

  • Apakah slide Anda terbaca dari kursi paling belakang?
  • Ketika di tengah presentasi, apakah Audiens ingat topik bahasan sebelumnya?
  • Apakah grafik Anda dapat bercerita dengan sendirinya tanpa dijelaskan?
  • Apakah ada slide, kata, gambar, garis atau shape yang seandainya dihapus pun tidak berpengaruh berarti pada presentasi Anda?
  • Apakah masih ada audiens yang memainkan handphone saat Anda bicara?
  • Tanyakan ‘so what?’ pada setiap point pembicaraan Anda. Apakah dapat terjawab semua?
  • Apakah progress action yang Anda harapkan dari presentasi dapat berjalan baik?

    Saya pribadi menyadari insight ini justru dari dunia bisnis, ketika berada di Toyota. Bertemu dengan leader-leader cerdas yang mampu mengeksekusi strategi njelimet sampai berhasil sempurna. Tentu tak lepas dari kemampuan komunikasi mereka yang piawai. Mata saya jadi terbuka mengetahui beberapa hal yang saya yakini selama masa sekolah mengenai presentasi, ternyata salah sama sekali.

    Kerjakanlah PR Anda sebelum maju ke depan sana. Berbicara di depan memerlukan tanggung jawab besar agar tidak membuat orang lain tersesat dalam kebingungan atau membuang-buang waktu percuma.

    Jadi, seberapa boring-kah materi presentasi Anda?

    ———————————————————————————————————————————-

    Fandy Yasin seorang Digital Communication Strategist dan pecinta presentasi visual. Mengubah powerpoint rumit menjadi simple dan mudah dimengerti. Ketertarikannya dimulai saat mempresentasikan 5 risetnya di bidang industrial engineering pada berbagai seminar internasional dan nasional. Saat ini Fandy aktif sebagai Head of Marketing Analyst section di perusahaan otomotif #1 Indonesia. Top 5 Rank Astra Basic Management Program ini terlibat langsung dalam penyusunan konsep penyampaian Strategic Presentation untuk memastikan implementasi strategi dapat berjalan smooth di seluruh Indonesia. Client Fandy meliputi beberapa perusahaan besar seperti PT Telkom Indonesia Tbk – Divisi Investor Relations & Divisi Finance serta beberapa konsultan ternama.

    101 Research Ideas

    PowerpointSLIDER.com | Flash Insight – “Bermanfaat bagi bangsa dan negara” seringkali hanya menjadi cita-cita abstrak yang sulit diwujudkan. Kita sering terjebak hanya memikirkan kepentingan keluarga inti, bahkan tak jarang kepentingan pribadi semata. Padahal kita hidup di dunia mungkin belum tentu lama, sayang sekali bila hanya dihabiskan untuk memikirkan kepentingan pribadi semata. Hanya “numpang lewat” di dunia tanpa ada kontribusi yang berarti buat generasi selanjutnya.

    Paling tidak mulailah dari penelitian akademik dan karya Anda. Skripsi dan tesis mahasiswa perlu mulai memikirkan aplikasi nyata buat kepentingan bangsa. Jangan melulu teori yang jauh dari pemanfaatan riil, apalagi kalau teorinya pun ternyata hanya caplokan (copy-paste) dari penelitian orang. Wah, mau jadi apa bangsa ini.

    Untuk mendapatkan ide skripsi dan tesis yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Mulailah dengan melakukan scan awalnya dari berbagai headline suratkabar. Dari situ akan didapat problem-problem krusial yang perlu mulai dipecahkan oleh kaum intelektual bangsa.

    Paling tidak saya melihat ada 10 isu yang sedang dihadapi:
    1. Industri kreatif yang masih kurang dalam hal manajemen dan pembiayaan
    2. Manufaktur yang sedang berupaya membuat mobil dalam negeri
    3. Energi yang semakin langka
    4. Pertanian dan perikanan yang belum efisien
    5. Pariwisata yang belum dipasarkan secara maksimal
    6. Pasar tradisional yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman
    7. Reformasi birokrasi pemerintahan
    8. Keamanan dan efisiensi alutsista
    9. Transportasi alternatif kota Jakarta
    10. Tingkat kepemilikan rumah rakyat miskin

    Kemudian, cobalah untuk brainstorming ide. Kira-kira kontribusi apa dari keilmuan Anda yang bisa dipakai untuk memecahkan masalah tersebut.

    Saya mencoba brainstorming sesuai bidang keilmuan Teknik Industri. Mari kita lihat idenya di presentasi berikut.

    Sagmeister Manifesto: Motivasi untuk Kehidupan Kerja yang Penuh Passion

    PowerpointSLIDER | Flash Insight – Work with passion is heaven! Tiap orang ingin memiliki kehidupan kerja yang penuh dengan gairah dan energi. Namun tidak semua orang bisa memilikinya. Apalagi bila seseorang tidak memiliki pendidikan yang cukup. Akan sangat sulit untuk bisa mengeluarkan bakat yang terbaik dari dirinya untuk pekerjaan.

    Stefan Sagmeister (baca: sagmaister), seorang desainer kenamaan kelahiran Austria, mensharingkan beberapa tips menariknya. Presentasinya memukau audiens IDEAFEST 2011 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 23 Juli 2011 lalu. Sagmeister seorang idealis yang sangat mementingkan happiness dalam tiap pekerjaannya. Tak heran berbagai penghargaan telah dimilikinya, di antaranya meraih Grammy Award tahun 2005 untuk desain sampul grup band Talking Heads. Dia jugalah otak di balik desain sampul album Rolling Stones, Aerosmith, dan Lou Reed. Serta sejumlah iklan kreatif perusahaan kelas dunia seperti Standard Chartered dan EDP.

    Meskipun beberapa point hanya bisa berlaku untuk pekerjaan freelance, namun setidaknya 9 Manifesto Sagmeister berikut ini akan memberi inspirasi bagi Anda:
    1. Think about idea and content freely with the deadline far away
    Jangan mengambil pekerjaan terlalu banyak. Fokuslah pada sedikit pekerjaan namun dengan kreativitas maksimal.

    2. Traveling to new places
    Pergilah ke tempat-tempat baru. Berlibur merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan ide yang segar.

    3. Using wide variety of tools and technique
    Jangan terpaku hanya pada satu teknik. Pelajarilah berbagai teknik dan tools baru untuk membangkitkan rasa ingin tahu serta kreativitas kerja.

    4. Working on project that matters to me
    Sagmeister tidak bekerja untuk uang. Dia benar-benar menyeleksi project-project yang menghampirinya agar sesuai dengan idealismenya. Dengan demikian, dia bisa benar-benar memiliki semangat tinggi untuk memberikan yang terbaik.

    5. Having things from the manufacturing objects
    Buatlah obyek nyata sebagai hasil dari ide Anda. Meskipun pekerjaan Anda sifatnya abstrak, cobalah untuk membuat prototipe yang mewakilinya. Obyek fisik akan membuat Anda mudah melihat secara visual, dan terkadang malah menimbulkan ide kreatif lainnya.

    6. Getting feedback from people that see our work
    Dapatkan masukkan dari rekan-rekan yang melihat pekerjaan kita. Masukkan yang obyektif akan sangat berguna untuk kemajuan pekerjaan di masa datang.

    7. Designing something that partly familiar and partly new
    Apabila Anda stuck dengan ide-ide segar. Mulailah dari apa yang ada di hadapan Anda. Tidak apa-apa seandainya itu tidak terlalu baru. Setelah mood mulai membaik, mulailah mencari ide baru sebagai toppingnya.

    8. Working without interuption on single projects
    Jangan multitasking. Jangan bekerja di lingkungan yang penuh gangguan. Fokus dan konsentrasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

    9. Do not participate in pitches
    Untuk pekerjaan yang sifatnya desain, janganlah terlibat dalam pitching. Mintalah kepercayaan perusahaan apabila ingin mendapatkan yang terbaik dari pekerjaan kita. Hmmm… sepertinya sulit yah apabila kita masih dalam tahap merintis usaha baru.

    Simak presentasi berikut ini.

    Quote Motivasi dari Pengusaha Legendaris Indonesia

    Powerpoint SLIDER | Flash Insight! – Filosofi, nilai, prinsip, motivasi, apa pun mereka menyebutnya. Semua itu yang menjadi landasan di balik segala teknik manajemen yang dilakukan para pengusaha legendaris ini. Tim boleh berganti orang, namun perusahaan akan terus jalan karena filosofi dipahami dengan baik. Suatu filosofi akan menuntun arah langkah seluruh anggota sehingga bergerak ke arah yang sama. Untuk itu, sebelum menerapkan setiap teknik manajemen apa pun, penting untuk memahami dan menerapkan filosofi fundamental di baliknya.

    Daripada melulu mempelajari quote marketing impor, mari kita pelajari quote motivasi para pengusaha sukses dalam negeri. Mereka telah berhasil membangun bisnis yang kokoh dan menjadi tempat berteduh ribuan karyawannya.

    “Uang bukanlah tujuan hidup melainkan sekadar alat untuk menyenangkan orang banyak.”
    – Achmad Bakrie, PT Bakrie & Brothers

    “Kesulitan apa pun yang kita hadapi, asal kita punya keinginan untuk berjuang, pasti semua bisa diatasi, dan harus hidup hemat.”
    – Eka Tjipta, Grup Sinar Mas

    “Jika Anda melakukan sesuatu, lakukanlah dengan baik, namun harus penuh dengan gairah.”
    – Hari Darmawan, Grup Matahari

    “Filosofi Tiga Tangan: menuju sukses antara tiga pihak yaitu perusahaan, pedagang, dan konsumen.”
    – Leem Teen Swee, PT HM Sampoerna

    “Sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan pernah tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas.”
    – Mochtar Riady, Grup Lippo

    “Lie Yi Lian Dje: Ramah, Berkarakter, Jujur, dan Punya Rasa Malu.”
    – Mochtar Riady, Grup Lippo

    “Jika Anda hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang, Anda akan gila. Anda harus melakukan apa yang Anda yakini.”
    – Liem Sioe Liong, PT Bogasari, PT Indomobil, dll.

    Presentasi ala Steve Jobs

    Powerpoint SLIDER | Flash Insight! – “Hari ini Anda akan menjadi saksi peluncuran sebuah produk yang sangat revolusioner,” tegas pria paruh baya itu. Walaupun hanya mengenakan jeans dan baju turtleneck, kharismanya membuat seisi auditorium tak bergeming. Dia mondar-mandir tak mau terikat pada satu podium. Di belakangnya ada layar proyektor terbentang setinggi ruangan bergambar sebuah laptop tipis yang sedang tertutup.

    Dia berjalan mendekat ke podium, mengambil sebuah amplop cokelat dan membukanya. “Ini adalah amplop yang biasa Anda gunakan sehari-hari.” Mulai terdengar riuh orang-orang yang segera menangkap pesan yang akan disampaikannya. Gambar pada layar berganti menjadi sebuah amplop A4 cokelat. Dia mengeluarkan laptop supertipis di dalamnya. “Dan inilah… MACBOOK AIR!!!” teriaknya. Sontak 7,000 orang bertepuk tangan riuh menyambut kedatangan produk baru Apple yang mereka nantikan.

    Ya! Itulah Steve Jobs, pendiri Apple. Kreatifitas dan inovasinya telah menghadirkan produk-produk keren di zaman kita: iPod, iPhone, iPad, iCloud – tunggu saja ‘i’ selanjutnya. Presentasi Steve Jobs selalu keren dan membuat orang berdecak ‘WOW’. Membuat MacWorld Conference, event tahunan Apple, selalu dinantikan.

    Dengan mengeluarkan Macbook Air dari amplop, audiens dapat segera membayangkan betapa tipis dan ringannya laptop itu. Ketimbang menceritakan detail ukuran, demo semacam ini jauh lebih kuat melekat dalam otak audiens.

    Saya mengamati paling tidak ada 3 karakteristik presentasi Steve Jobs:

    Tampilan Presentasi yang WOW
    Membuat audiens kagum dengan tampilan presentasi melalui: desain yang nge-POP dan demo memukau. Desain yang “nggak biasa” akan memuaskan hasrat seni audiens, membawa mereka ke dimensi baru yang tak pernah dijelajahi sebelumnya. Demikian juga demo yang atraktif bagaikan pertunjukan sulap, menaikkan rasa penasaran audiens untuk menyimak lebih jauh.

    Pesan yang MELEKAT
    Menciptakan analogi sederhana yang kuat melekat di otak audiens. Sehingga orang akan berteriak, “AHA! Gue nangkep (pesannya).” Misalnya saat Steve menceritakan bahwa iPod dapat menyimpan 1 juta lagu. Ketimbang memberikan ukuran teknis sekian MB yang mungkin sulit dibayangkan orang awam, analoginya sederhana dan kuat.

    Cerita yang MENGINSPIRASI
    Memberi kesan mendalam sehingga menjadi suatu pemikiran untuk dilaksanakan. Menyentuh sisi emosional audiens, baru kemudian sisi logisnya. Sehingga kemudian mudah menjual suatu ide ataupun produk. Ini menjadikan presentasi tidak sekedar teori, tapi benar-benar bekerja dalam kehidupan nyata. Membuat audiens bertindak. Steve Jobs menekankan bahwa Apple merupakan perusahaan yang terus menantang status quo dan berpikir berbeda, yang tercermin dari produk-produk yang dihasilkan. Nilai inilah yang awalnya membuat orang kesengsem dengan perusahaan ini.

    Saya benar-benar kehausan materi presentasi yang bermutu. Terlalu banyak presentasi membosankan di luar sana. Entah dosen yang membuat mahasiswanya trauma dengan presentasi penuh angka yang sulit dibaca. Ataupun bos yang membuat karyawannya tertidur saat mendengarkan strategi dengan jargon-jargon rumit dan membuat hal mudah menjadi sulit dipahami.

    Mari, kita belajar dari Steve Jobs.

    CONSUMER 3000: Alasan Bersyukur Tinggal di Indonesia

    Powerpoint SLIDER | Flash Insight – Seorang teman yang baru kembali dari S3 di Inggris membuat saya bertanya-tanya, “Kenapa Mas kembali ke Indonesia?” Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi negara maju sudah jenuh, paling 2 – 3% setahun. Tahun 2011 Bank Indonesia meramalkan pertumbuhan ekonomi kita 6,5%. Cukup jauh di atas mereka. Di samping itu, persaingan usaha di sana sudah terlampau sengit. Jumlah entrepreneur di negara maju sekitar 12% dari populasi. Jauh dibandingkan di Indonesia yang masih di angka 0,24%. Artinya, peluang besar buat para marketer untuk memasarkan produk di negara ini.

    Apalagi dengan pendapatan per kapita (GDP) yang tahun 2011 ini tembus di atas 3,000 USD. China dan Brazil merupakan contoh nyata yang sudah mengalaminya. Sebelum memasuki GDP 3,000 USD, pertumbuhan ekonomi suatu negara akan cenderung datar atau naik dengan perlahan, namun begitu tembus angka 3,000, maka pertumbuhannya akan berlangsung eksponensial, naik jauh lebih cepat.

    Mengapa demikian? Penyebab utamanya adalah jumlah kelas menengah yang tumbuh pesat. Kelas menengah inilah yang menjadi penggerak roda ekonomi. Mereka memiliki kemampuan mencipta dan membeli. Kelas menengah saat ini adalah masyarakat terdidik yang konsumtif, mereka banyak ditemukan di mal-mal – mungkin Anda juga termasuk di antaranya, bukan? Sebelumnya persentase customer di Indonesia selalu didominasi di kelas bawah yang nota bene punya kemampuan terbatas.

    Moment inilah yang menurut pakar pemasaran, Yuswohady, akan menghasilkan tsunami ekonomi dalam 5 tahun ke depan. Suatu percepatan pembangunan. Dan pada kuartal I 2011 Kepala Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi yang paling besar. Artinya, customer seperti Anda dan saya lah yang berpotensi menggerakkan ekonomi.

    Marketer, saatnya Anda mempersiapkan diri menuju kebangkitan ekonomi Indonesia.

    SWITCH: Change Management Ketika Change Sulit Dilakukan

    PowerpointSLIDER | Flash Insight Change Management! – Pada suatu weekend yang ramai, saat pemutaran film perdana di suatu bioskop, ada 2 kelompok penonton yang mendapat popcorn gratis. Kelompok pertama mendapat popcorn dalam wadah besar. Kelompok kedua dalam wadah kecil. Popcorn tersebut sebenarnya memiliki rasa yang biasa dan tidak terlalu hangat. Dibagikan pada 2 kelompok yang memiliki jumlah orang gemuk dan kurus yang relatif sama.

    Setelah selesai acara sisa popcorn kemudian diukur oleh para peneliti. Tebak, kelompok mana yang menghabiskan popcorn lebih banyak? Ternyata kelompok pertama (wadah besar) cenderung memakan popcorn dalam jumlah yang lebih banyak dari kelompok lainnya. Ukuran wadah mempengaruhi pola makan! Demikian cuplikan cerita dari buku best-seller “Switch: How to Change when Change is Hard?” (Chip dan Dan Heath), sebuah buku penting dalam literatur change management.

    Menyimak hasil penelitian di atas, jangan-jangan problem kebiasaan makan berlebihan dapat diatasi hanya dengan memperkecil ukuran piring. Perilaku buruk yang sering dipandang sebagai “masalah orang” terkadang hanyalah “masalah situasi”. Ketika situasinya diubah, perilaku pun bisa berubah.

    KESIMPULAN 1: “Situasi mempengaruhi perilaku”

    Otak manusia terdiri dari 2 bagian, “sang gajah” dan “sang pawang”. Pawang sifatnya cerdas namun lemah. Gajah sangat kuat namun moody. Contoh nyatanya saat kita bangun pagi, “sang pawang” tahu bahwa kita harus bangun jam 6 supaya tidak terlambat, namun apabila “sang gajah” malas, maka tetap saja kita tidak akan beranjak.

    Pendekatan “ceramah” seringkali hanya menyentuh sisi “sang pawang”. OK mungkin masuk akal secara logis, namun energi penggerak perubahan perilaku yang sebenarnya adalah “sang gajah”. Tak heran apabila ceramah seringkali gagal mengubah perilaku secara permanen.

    KESIMPULAN 2: “Perubahan membutuhkan sentuhan pada sisi emosional manusia”

    Demikian 2 kesimpulan penting yang dibahas buku best-seller “Switch: How to Change when Change is Hard?” (Chip dan Dan Heath), buku penting dalam literatur change management. Mereka menawarkan 3 kerangka dalam melakukan perubahan, yaitu melalui:
    1. Situasi. Melicinkan jalan untuk melakukan perubahan dengan mengurangi tingkat kerumitan kegiatan.
    2. Emosi. Menyentuh sisi emosional manusia sebelum sisi logisnya.
    3. Arah. Membuat arah tujuan perubahan menjadi sangat jelas baik melalui bahasa penjelasan yang lebih sederhana maupun tujuan yang lebih jangka pendek.

    Anda bisa melakukan salah satu maupun kombinasi dari kerangka di atas untuk menciptakan perubahan, baik bagi diri sendiri maupun di kantor Anda. Silahkan tonton presentasi berikut untuk cuplikan insightnya.

    6 Tren Sosial yang Penting Disimak bagi Bisnis dan Karier Anda

    PowerpointSLIDER | Flash Insight! – Outsourcing pekerjaan dari negara maju ke negara berkembang semakin bertebaran. Ada 25% pekerjaan IT yang sudah di-outsource dari AS ke negara berkembang di 2010. Ada 3,3 juta pekerjaan intelektual yang siap pindah ke negara berkembang, terutama BRICI (Brazil-Rusia-India-China-Indonesia) di 2015 (Forrester Research). Apakah ini peluang besar?

    Tunggu dulu! Mari kita lihat siapa saja saingan kita:
    1. Mesin (termasuk komputer). Hukum Moore menyebutkan kecepatan processor akan bertambah 2 kali lipat setiap 18 bulan. Artinya, mesin dan komputer akan semakin pintar. Saat ini telah hadir Turbo Tax yang bisa menggantikan fungsi akuntan pajak. Ada juga software Appligenics yang bisa memeriksa 400 baris program per detik (manusia melakukannya dalam satuan per hari). Semakin banyak pekerjaan intelektual yang akan tergantikan mesin.

    2. Chindia (China-India). Semakin banyak lulusan master dari China dan India yang memiliki kapasitas intelektual tak kalah dengan lulusan AS namun berani dibayar jauh lebih murah. Demikian pula lulusan S1 negara-negara berkembang lain, seperti Filipina yang terkenal dengan para akuntan-nya, India dengan barisan programmer-nya, berani dibayar seperlima lebih murah. Sebagai catatan, Indonesia meski lebih murah namun kemampuan skill dan bahasa menjadi kendala.

    Jadi, bagaimanakah cara sukses untuk berbisnis dan berkarier di masa depan? Apakah dengan semakin meningkatkan kapasitas intelektual otak kiri yang sistematis, logis, analitis? Itu sudah wajib. Tapi mesin juga bisa semakin logis. Orang China dan India juga sangat rajin belajar. Daniel Pink dalam Buku “A Whole New Minds” menawarkan pendekatan baru untuk sukses di masa depan. Jawabannya ada di OTAK KANAN. Daniel Pink, bekas staf gedung putih ini melihat tren sosial yang ada sekarang, yakni:

    1. Orang tidak lagi melulu memikirkan fungsi, namun juga DESAIN
    2. Zaman informasi telah membuat data berlimpah, orang perlu SINTESIS
    3. Orang tidak lagi melulu memikirkan fakta, namun senang dengan CERITA
    4. Orang tidak lagi melulu memikirkan yang serius, namun butuh GAMES
    5. Orang tidak lagi melulu mencari materi, namun juga MAKNA
    6. Orang tidak lagi melulu memikirkan diri sendiri, namun juga berEMPATI

    Keenam hal ini tidak dapat dikerjakan oleh logika komputer, namun sangat bergantung pada kemampuan masing-masing individu manusia dalam menjelajahi sisi kreatif dirinya. Daniel Pink meramalkan bahwa masa depan adalah milik para pemikir otak kanan, seperti desainer, trainer, penemu, dan creative marketer.

    “Jadi, mulailah memikirkan sisi otak kanan dari pekerjaan dan bisnis otak kiri Anda.”

    Tonton presentasi lengkapnya berikut ini.

    Customer Satisfaction is Not Enough!

    “Rahasia di Balik Kelahiran Kembali Harley Davidson Setelah Dikalahkan Honda di 1982”

    PowerpointSLIDER – Harley Davidson, brand yang menjadi lambang kejantanan dan kesuksesan pria ternyata pernah jatuh di tahun 1982. Kualitas produk yang merosot, market share yang turun di bawah Honda dan Suzuki, penjualan tetap selama 7 tahun, dan PHK karyawan menghantui pikiran top management.

    Dari suatu brand yang terpuruk, Harley Davidson berubah menjadi brand dengan ribuan penggemar fanatik. Lebih kerennya lagi, metode yang digunakan pun tidak selalu membutuhkan biaya besar, melalui:
    • Communitization – penciptaan komunitas HOG (Harley’s Owner Group) yang memberikan identitas eksklusif bagi customernya
    • Buzzword – penciptaan getok tular melalui penggunaan komunitas Hell Boy yang ditakuti
    • Emotionalization – penciptaan pengalaman emosional melalui penggunaan endorser Marlon Brando yang sangat dipuja.

    Untuk mengubah pelanggan loyal menjadi pelanggan fanatik, kita perlu memperhatikan lingkaran loyalitas pelanggan mulai dari awal. Sehingga apabila perusahaan Anda baru startup, Anda pun dapat belajar teknik-teknik menaikkan level loyalitas pelanggan. Mulai dari targeted customer, prospect customer, pembeli pertama, langganan, klien loyal, hingga pelanggan fanatik.

    Metode penciptaan loyalitas pelanggan ini perlu untuk kita pelajari. Apalagi dalam menghadapi perdagangan bebas CAFTA. Apakah customer Anda loyal terhadap produk Anda? Ataukah mereka gampang tergoda murahnya produk China dan berpaling dari Anda? Saatnya berpikir ulang mengenai penciptaan LOYALITAS pelanggan!

    Mari kita tonton slideshow-nya.

    Cara Baru Membuat Powerpoint yang Menginspirasi

    PowerpointSLIDER – Banyak presenter terlalu menganggap remeh presentasi powerpoint. Dokumen kantor dimasukkan begitu saja ke dalam slide tanpa ada modifikasi. Serangkaian kalimat dengan huruf kecil-kecil membuat audiens capek melihatnya. Tidak ramah untuk mata. Apabila audiens duduk di belakang, maka tamatlah sudah, tak ada yang kelihatan.

    Ditambah dengan tutur bahasa “langitan” yang tak dimengerti audiens. Istilah-istilah asing itu memang membuat Anda terkesan seperti professor lulusan luar negeri. Pintar dan terdidik. Namun alih-alih mengagumi, audiens malah penuh tanya dalam hati, “Apa sih yang dia bicarakan?”

    Hai presenter, saatnya berubah! It’s time for you to handle your responsibility. Membuat audiens mengerti pesan Anda adalah esensi dari presentasi yang sesungguhnya.

    Bayangkan ada sepiring kecil puding cantik di hadapan Anda. Berwarna-warni, ada pink, hijau, oranye. Bagian atasnya disirami susu putih tipis. Piring kecilnya dihias cantik dengan potongan kecil jeruk segar. Oh, sungguh kecantikan yang memikat hati. cantik memikat hati. Begitu masuk ke mulut, rasanya lembut dan manis. Begitu mudah digigit, tak butuh waktu lama untuk menghabiskannya.

    Rahasia dari teknik presentasi Steve Jobs ada pada dua kata berikut: “Chewie & Yummie”. Chewie berarti pesan-pesan yang disampaikan gampang dicerna audiens. Yummie berarti cara penyampaian yang menyenangkan, fun, menarik. Presentasi yang gampang dikunyah (chewie) dan menarik (yummie), dua kombinasi itu akan membuat pesan Anda “nempel” di otak audiens dan membuat mereka bersorak “WOW”.

    CHEWIE: Gampang Dikunyah

    Chewie berlaku untuk content materi presentasi. Content materi haruslah sistematis, urut, dan memiliki logika berpikir yang dapat diterima akal sehat. Sesuai dengan logika umum berpikir, tidak ribet, tidak rumit, dan mengikuti prinsip logika dasar yang mudah dipahami. Misalnya, jika A maka B. Runtut, tidak lompat-lompat.
    Materi presentasi haruslah singkat, padat, dilengkapi contoh-contoh yang nyata. Sehingga orang dapat menerimanya sebagai suatu pemahaman yang baik.

    Nempel. Presentasi bisa menyentuh sisi emosional audiens atau menggunakan analogi yang tepat sehingga terus diingat. Atau sedemikian kerennya untuk diucap sehingga mereka menantikan tiap slide selanjutnya. Entah melalui cerita inspirasi, metafora yang mengena, atau sekadar singkatan lucu. Model gambar yang mudah diikuti, juga pesan-pesan yang “makjleb” atau menampar kita, pasti akan sangat melekat.

    Gampang. Presentasi boleh keren dari sisi penampilan dan cara penyampaian, Anda wajib keren di situ. Bahasa perlu sederhana. Tidak menggunakan istilah-istilah teknis yang belum tentu dipahami orang awam. Tidak perlu effort besar untuk memahami. Tapi tanggung jawab terpenting Anda selama di panggung adalah memastikan tiap audiens mengerti pesan Anda. Bukannya sok keren dan sok pintar di depan sana.

    YUMMIE: Terasa Enak

    Cara pembawaan Anda haruslah sekeren mungkin dan membuat WOW audiens. Anda benar-benar memancing perhatian mereka, entah melalui slide keren, modern, dan nge-pop. Merangsang orang untuk terus melihat. Atau juga melalui kejutan-kejutan, atau cerita-cerita yang menarik dan juga memuaskan hasrat seni serta memanjakan mata. Melalui desain presentasi Anda.

    Dan juga mudah untuk dilihat. Artinya presentasi dapat dilihat dengan nyaman dari mata audiens yang duduk di bangku paling belakang. Ukuran font, warna, desain, table, dan grafik harus gampang dilihat. Banyak orang terlalu menggampangkan presentasi. Anda pasti sudah pernah melihat presentasi yang penuh tulisan kecil-kecil, susah dibaca dan dimengerti. Belum apa-apa kita sudah malas untuk melihatnya.

    Esensi dari presentasi adalah penyampaian pesan. Pesan melekat dalam hati mereka sehingga mereka bisa melakukan sesuatu. Membuat mereka bertindak untuk melakukan sesuatu.

    Manfaatnya agar pesan Anda bisa menempel kuat di otak audiens. Di perusahaan, hal ini bermanfaat agar eksekusi strategi Anda bisa lebih smooth. Karena seluruh karyawan terinspirasi dengan visi Anda, dan juga memahami cara melakukannya.

    Apabila Anda dosen atau guru, manfaatnya adalah mahasiswa Anda bisa lebih cepat menangkap mata kuliah yang disampaikan. Sudah menjadi tugas dosen untuk memastikan seluruh mahasiswanya menguasai materi yang disampaikan. Bahkan 100% materi yang disampaikan wajib dimengerti, bukan sekadar menghilang di awang-awang. Apabila mahasiswanya pintar-pintar, pastilah turut mendongkrak nama baik sang dosen. Karena kepiawaiannya menghasilkan mahasiswa-mahasiswa pintar.

    Bagi para audiens seminar motivasi, presentasi yang baik akan membuat mereka paham dan termotivasi untuk menjadi lebih baik. Mereka benar-benar terbakar semangatnya, sehingga tahu “how to”-nya dan mudah melakukannya.

    Itulah presentasi yang Chewie & Yummie.

    Apabila Anda membutuhkan Training Powerpoint Visual silahkan klik di sini.